Menerima Suap

NEHEMIA 6:1-14

Nas: Aku tahu betul bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku karena disuap Tobia dan Sanbalat. (Nehemia 6:12)

 Tidak jarang kita mendengar di sekitar kita ada orang-orang yang disuap untuk menjatuhkan orang lain dengan berbagai cara. Padahal orang-orang itu sebenarnya tidak punya masalah dengan orang yang akan dijatuhkan. Namun, keinginan menerima suap atau bayaran besar dapat mengubah hati mereka.

Nehemia sedang memimpin orang-orang Yehuda untuk menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem. Semaya, seorang nabi palsu, memperingatkan bahwa Nehemia akan dibunuh dan mengatakan kepadanya untuk bersembunyi di Bait Suci. Nehemia tidak segera percaya nubuat itu dan menguji karena tidak mungkin seseorang dapat bertemu dan bersembunyi di Bait Suci jikalau orang itu bukan imam. Orang itu dapat dihukum mati (Bil. 18:7). Nehemia akhirnya mendapat kesimpulan bahwa Semaya melakukan semua ini karena disuap oleh Tobia dan Sanbalat supaya Nehemia terjebak dengan nubuat palsu Semaya dan dapat dipersalahkan. Semaya mungkin saja sebelumnya tidak ada urusan apa pun dengan Nehemia. Namun, suap dari Tobia dan Sanbalat mengubah hati Semaya sehingga mengikuti rencana mereka untuk mencelakakan Nehemia

Ketidakmampuan untuk bersyukur dengan penghasilan yang diterima dapat membuka peluang untuk menerima suap. Mungkin suap untuk mengeluarkan izin tanpa pemeriksaan, menerima siswa baru tanpa proses yang benar, mempersalahkan orang lain yang tidak bersalah, menggunakan material yang tidak sesuai standar, dan lainnya. Karena itu, apa pun profesi kita, berdoalah setiap kali memulai pekerjaan supaya kita, oleh pertolongan Tuhan, tidak jatuh dalam suap yang merugikan orang lain, perusahaan, atau negara

SUAP DAPAT MEMBELOKKAN HATI ORANG.

Baca Renungan lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *